Click on the slide!

Sekilas Tentang ANS

Lembaga Keuangan Mikro

Lembaga Keuangan ( Micro Finance Institution ) Micro ,Sebagi ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan dan dalam mendorong ekonomi

More...
Click on the slide!

Terbaru dari ANS

Strategic Center ANS didirikan

Staregic Center ANS didirikan bukan hanya untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal di bidang keuangan micro

More...
Click on the slide!

Filosofi ANS

Berita >> Filosofi ANS

Visi Menjadi Pengembang dan Pengelola

Menjadi pengembang dan pengelolah Kredit Micro Yang Handal Dan Terpercaya.

More...
Click on the slide!

Layanan Kami

Berita >> Layanan Kami

PT Artha Nusa sembada ( ans)

PT Artha Nusa sembada ( ans) merupakan perusahaan modal ventura yang berkomitmen pada pengembangan keuangan micro in indonesia melalaui pemberian…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

LPS Turunkan Suku Bunga Penjamin

  • PDFCetakSurel

JAKARTA: Suku bunga wajar penjamin simpanan akhirnya berada di bawah suku bunga acuan setelah Lembaga Penjamin Simpanan memangkas 50 poin, meskipun pada bulan ini bank sentral mempertahankan bunga acuan.

Dengan pemangkasan 50 poin bunga wajar penjaminan simpanan (LPS Rate) bank umum denominasi menjadi 5,5% dan bank perkreditan rakyat (BPR) menjadi 8,0%. Adapun bunga penjaminan simpanan denominasi valas hanya dipangkas 25 poin menjadi 1%. Ketentuan itu efektif mulai 15 Maret -14 Mei 2012.

Salusra Satria, Direktur Penjamin dan Manajemen Resiko LPS, mengatakan alasan penurunan bunga wajar penjamin simpanan karena kinerja ekonomi domestik cukup stabil yang terlihat dari penurunan inflasi dari 3,65% pada Januari ke 3,56% pada Februari 2012. “Kami melihat nilai tukar dan cadangan devisa yang stabil dan meningkat. Nilai tukar stabil pada rentang Rp 8.906 per dollar AS – Rp 9.106 per dollar AS, sedangkan cadangan devisa meningkat dari US$112 miliar pada Februari 2012,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin.

 

Selain itu, kondisi likuiditas di pasar ruang domestik yang cukup baik, ditunjukkan oleh tren menurun dari yield instrument investasi jangka pendek seperti Sertifikat Bank Indonesia 9 bulan, surat perbendaharaan negara (SPN) dan Jakarta Intebank Overnight Rate (Jibor).

 

Kondisi likuiditas perbankan dan tren biaya dana yang melonggar, terlihat dari data biaya dana rata-rata tertimbang perbankan yang menurun.

Penurunan LPS Rate itu berbanding terbalik dengan langkah BI dalam mempertahankan BI Rate pada level 5,75% sehari sebelumnya.

Kebijakan menahan bunga acuan karena dinilai masih sejalan dengan ekspektasi inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, keputusan untuk mempertahankan BI Rate karena aka nada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, meskipun ditaksir berdampak temporer.

Ekonom Kepada PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti menilai keputusan LPS menurunkan bunga penjamin lebih mencerminkan bunga pasar yang saai ini terus menurun.

“Jadi [LPS Rate] benar-benar bergantung pada demand dan supply di pasar. Sementara itu, BI Rate kan lebih forward looking,” ujarnya kepada Bisnis.

Dia mencontohkan kenapa bank sentral tak menurunkan BI Rate walau inflasi Februari 3,56%, karena otoritas itu tahu ke depan ekspektasi inflasi akan naik seiring dengan rencana menaikkan BBM.

Ikut bunga deposito

Menurutnya, LPS menurunkan bunga Karena melihat bunga deposito sekarang di pasar turun, dimana rata-rata sekitar 5,0%-5,5%, karena likuiditas masih sangat tinggi. “Jadi dengan alasan inilah makanya sangat masuk akal kalau LPS Rate turun sedangkan BI Rate tetap.

Gubernur BI Darmin Nasution menyampaikan BI Rate tidak perlu berubah karena dampak kenaikan BBM terhadap inflasi hanya temporer.

Dia memperkirakan hanya sekitar 3-4 bulan inflasi akan rendah. “Oleh karena itu, kami katakana BI Rate nggak perlu diubah jarena BI Rate itu jangkar untuk inflasi dan expected inflasi ke tahun depan.”

Sumber: Bisnis Indonesia (Sabtu, 10 Maret 2012)

PT. Artha Nusa Sembada

BULETIN WARTHA

Buletin yang selama ini berisi tentang informasi-informasi seputar perkembangan BPR group ANS dan dunia perbankan telah "dihidupkan" kembali melalui media yang berbeda. Forum resmi group-ans yang diharapkan dapat berguna untuk semua kalangan tidak terbatas hanya kepada seluruh karyawan BPR group ANS tetapi terbuka untuk umum.

Forum group ANS diasuh oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Baik dari masalah Finansial, Metode grameen, Teknologi Informasi, Manajemen, dll. Maju terus Buletin Wartha, cayoooo....

Buletin Warna

Buletin yang selama ini berisi tentang informasi-informasi seputar perkembangan BPR group ANS dan dunia perbankan telah "dihidupkan" kembali melalui media yang berbeda. Forum resmi group-ans yang diharapkan dapat berguna untuk semua kalangan tidak terbatas hanya kepada seluruh karyawan BPR group ANS tetapi terbuka untuk umum.
Forum group ANS diasuh oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Baik dari masalah Finansial, Metode grameen, Teknologi Informasi, Manajemen, dll. Maju terus Buletin Wartha, cayoooo....

Bank Indonesia Batasi Penyaluran Kredit BPR

Bank Indonesia (BI) akan membatasi wilayah penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi cost (biaya) serta lebih memfokuskan intermediasi kegiatan BPR.
Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Bank Perkreditan Rakyat dan UMKM Ratna E. Amiyati dalam jumpa pers menyambut pertemuan tahunan industri perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/01/2010).
"Kegiatan penyaluran kredit BPR akan dibatasi. Jadi setiap BPR di sebuah provinsi hanya dapat menyalurkan kreditnya di provinsi tersebut, tidak bisa lagi antar provinsi," tutur Ratna.
Karena, lanjut Ratna, saat ini BPR saling menyalurkan kredit antar provinsi sehingga menyebabkan pengawasan yang sulit serta membuat biaya lebih tinggi.
"Misalnya BPR di Jakarta dia kasih kredit juga ke nasabah di Bandung, itu menyebabkan cost -nya tinggi. Kalau cost -nya tinggi maka otomatis bunganya juga akan tinggi selain itu pengawasan yang dilakukan akan lebih sulit," ungkapnya.

Ratna menambahkan, hal ini tertuang ke dalam kebijakan bank sentral di tahun 2010 dimana BPR akan dibuat menjadi komunitas bank sendiri. "Selain itu, pada tahun ini juga akan dibuat Apex atau induk dari BPR," jelas Ratna.Apex atau lembaga dana khusus bagi BPR menurut Ratna akan memberikan banyak sisi positif bagi BPR."Dibentuknya Apex nantinya supaya bisa BPR lebih melayani nasabahnya. Misalnya biasanya transfer antar bank tidak boleh, maka nanti kalau ada Apex jadi diperbolehkan. Melalui Apex juga nantinya ada insentif dan disinsentif bagi bank yang bagus serta modalnya kuat," papar Ratna.Lebih lanjut Ratna menambahkan, sisi pengawasan melalui Apex tersebut akan lebih fokus juga. "Karena salah satu fungsi Apex itu juga untuk pengawas," tandasnya.

 

ARTHA NUSA SEMBADA
Equity Tower Lantai 26F
Jl.Jend.Sudirman Kav 52 - 53
Jakarta 12190
telp: (021) 515 5720
fax: (021)  515 5725

Layout setting

Direction

Menu style

Theme color

User tools